MATEUS 18 : 12-14 Thema: “Allah Menghendaki Pertobatan Kita”
Minggu,
11 September 2022
13 Set.
TRINITATIS
Kotbah:
MATEUS 18 : 12-14
Thema: “Allah Menghendaki Pertobatan Kita”
Oleh:
St. PB Pakpahan,S.Pd
Syalom…..!!!
Bapak
Ibu, Saudara/i yang dikasihi Tuhan
Firman
Tuhan untuk kita Ibadah hari ini adalah dari Injil Matius 18: 12-14 demikian
bunyinya
12 "Bagaimana
pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya
sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di
pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
13 Dan Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar
kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh
sembilan ekor yang tidak sesat.
14 Demikian juga
Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini
hilang."
demikian
firman Tuhan.
Bapak
Ibu, Saudara/i yang dikasihi Tuhan
Umat-Nya yang paling tidak berharga dalam pandangan
dunia ini pun akan dicari oleh Allah dengan kesungguhan seorang gembala yang
mencari satu dari kumpulan domba-dombanya. Kalau seorang gembala akan
meninggalkan 99 domba-dombanya yang tidak sesat untuk mencari satu domba yang
terhilang, demikian juga Bapa di surga tidak ingin satu pun dari anak-anak-Nya
terhilang.
Kenapa bisa terhilang atau sesat?
1. Terhilang
karena tidak percaya Tuhan,
2. terhilang
karena ajaran yang sesat,
3. terhilang
karena terus berada di dalam dosa,
4. terhilang
di dalam jerat yang ditebarkan oleh si jahat, semua ini tidak diinginkan oleh
Bapa di surga.
Tuhan begitu mengasihi kita sehingga ketika kita
tersesat, Dia akan meninggalkan yang lain untuk mencari kita.
·
Tuhan tidak mencari karena prestasi rohani kita.
·
Tuhan tidak mencari karena kita sudah melakukan
banyak hal untuk Dia.
Tidak satu pun manusia yang diampuni-Nya karena
prestasi rohani. Bahkan tidak satu pun yang diampuni-Nya karena potensi yang
dimiliki untuk mengembangkan gereja.
Tuhan tidak
melihat itu.
Tuhan hanya
melihat salah satu domba yang dikasihi-Nya sedang tersesat dan dibawa-Nya
pulang.
Bagaimana
domba-Nya bisa tersesat?
Yang pertama
adalah karena pekerjaan para gembala palsu.
Ø
Mereka
orang-orang upahan yang hanya mau cari keuntungan pribadi.
Ø
Mereka orang-orang yang sangat jahat, setan yang
menyamar menjadi pelayan Kristus.
Ø
Mereka menyesatkan jemaat Kristus dengan
khotbah-khotbah mimpi mereka, dengan kalimat-kalimat janji yang hanya memuaskan
hawa nafsu dan keserakahan manusia.
Ø
Mereka adalah utusan Iblis di dalam gereja Tuhan
yang membuat para domba tersesat dan menjauh dari kebenaran Tuhan.
Yang kedua
adalah domba Tuhan tersesat karena dia lebih memilih untuk mendengarkan dirinya
sendiri dan menolak firman Tuhan.
Merasa diri lebih pintar dari Tuhan dan merasa
tidak memerlukan Tuhan. Domba Tuhan juga disesatkan karena hawa nafsunya dan
keberdosaan yang membelenggu dan memperbudak dia.
Yang mana pun penyebab domba-Nya tersesat, Tuhan
tetap mencari domba-Nya itu dan memanggil dia pulang.
Bapak
Ibu, Saudara/i yang dikasihi Tuhan
Bapak
Ibu, Saudara/i yang dikasihi Tuhan:
Apakah alasan Dia
mencari kita ketika kita terhilang? Mengapa Dia tidak membiarkan kita
terhilang, membuang kita, atau menghukum kita?
Bukankah
kita lebih pantas menerima hukuman-Nya?
·
Pemberontakan
kita jauh lebih jahat daripada pemberontakan seekor domba yang tersesat.
·
Pemberontakan
kita lebih mirip pemberontakan seekor anjing yang menggigit tangan tuannya
ketika tuannya sedang memberi dia makan.
·
Pemberontakan
kita lebih mirip pemberontakan seorang budak yang dibebaskan dan dipelihara
hidupnya oleh seorang tuan, tetapi merampok dan memukul tuan itu, bahkan
menghina dia dengan cara yang sangat kejam.
Tetapi
Dia tetap melihat kita seperti seekor domba kecil yang tengah tersesat.
Alangkah besarnya kesabaran dan
kasih Allah.
Kita bukan domba.
Kita serigala buas yang lapar,
siap merampok, mengoyak, dan membunuh siapa pun demi kepentingan kita sendiri.
Tetapi
Tuhan mencari kita seperti seorang mencari domba, bukan serigala buas.
Dia
tidak datang dengan senjata dan jaring. Dia datang dengan seruan-Nya memanggil
kita pulang melalui teguran firman-Nya. Dia akan memanggil kembali domba-Nya
itu dengan cara yang perlu.
§
Entah
dengan hajaran, teguran keras, seruan peringatan, panggilan lemah lembut,
pukulan tongkat, apa pun yang diperlukan supaya domba itu pulang kembali.
Apakah kita sedang terhilang?
Setiap
orang yang menjauhi Tuhan, menjauhi persekutuan, menjauhi kebenaran firman,
menjauhi kehidupan doa yang intim dengan Tuhan, dia sedang terhilang atau tersesat.
Celakalah orang
yang terhilang tetapi dia tidak sadar kalau dia sedang terhilang.
Diberkatilah
orang yang sadar dia sedang hilang, dan kegelisahan hatinya akhirnya membuat
dia kembali kepada panggilan Sang Gembala yang sedang mencari dia.
Bapak
Ibu, Saudara/i yang dikasihi Tuhan
Sampai kapankah
kita mau menjadi domba yang hilang?
Tetapi
jika kita terus keraskan hati, terus menolak Dia, terus merasa kita berhak
kecewa kepada Dia, maka kita akan terus di dalam ketersesatan kita.
Jangan
tolak suara-Nya yang memanggil kita kembali kepada-Nya. Kembalilah hari ini juga karena Dia mau mendapatkan kita, menggendong
kita, dan bersukacita bersama-sama dengan seluruh pasukan bala tentara malaikat
di surga karena domba yang terhilang kini telah kembali ke dalam kawanan yang
dipimpin oleh Sang Gembala yang agung, yaitu Kristus.
Doa:
Tuhan, ampuni kami, domba-Mu yang sesat. Kami lebih menuruti keinginan hati kami, dan kami mengabaikan Tuhan kami. Kami menolak Tuhan dan memutuskan untuk melarikan diri dari Tuhan. Tetapi Tuhan memanggil kami kembali. Tuhan mencari kami, menemukan kami, dan mengangkat kami dari keadaan kami yang sangat rusak dan kotor. Ya Tuhan Yesus, Juru Selamat kami, hidup kami milik-Mu karena Engkaulah yang sudah memberikan hidup kepada kami.
Tuhan, ampuni kami, domba-Mu yang sesat. Kami lebih menuruti keinginan hati kami, dan kami mengabaikan Tuhan kami. Kami menolak Tuhan dan memutuskan untuk melarikan diri dari Tuhan. Tetapi Tuhan memanggil kami kembali. Tuhan mencari kami, menemukan kami, dan mengangkat kami dari keadaan kami yang sangat rusak dan kotor. Ya Tuhan Yesus, Juru Selamat kami, hidup kami milik-Mu karena Engkaulah yang sudah memberikan hidup kepada kami.

Komentar
Posting Komentar