Kotbah: Mazmur 139:17-24 (Pembunuh Brigadir Josua butuh Pengampunan)
sebagai poto ilustrasi diambil KaltengPos-PROKAL.co
Selidikilah
aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Mazmur
139:23-24)
Syalom bapak/ibu, saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus.
Kotbah untuk kita pada hari ini, yaitu dari Mazmur 139:17-24 mari kita baca secara resfonsoria…….., demikian firman Tuhan.
Pada
tahun 2015, sebuah perusahaan riset internasional menyatakan bahwa ada 245 juta
kamera pengintai yang terpasang di seluruh dunia dan jumlahnya terus bertambah
15 persen setiap tahun. Selain itu, jutaan orang memotret begitu banyak gambar
setiap hari dengan ponsel mereka, mulai dari pesta ulang tahun sampai peristiwa
kejahatan. Dampaknya, kita bisa mensyukuri untuk meningkatnya keamanan atau
justru semakin terusik karena berkurangnya privasi. Yang pasti, kita sekarang
hidup dalam masyarakat global dengan kamera yang ada di mana saja.
Dengan saking baiknya Daud mengenal Tuhan Allah, maka Mazmur 139 ini merupakan sikap Daud memanjadkan DOA di hadapan Allah yang Maha Tahu.
Gambaran Tuhan Allah secara teologi adalah:
- Omnisciense artinya Tuhan Allah Mahatahu
- Omnipresent artinya Tuhan Allah Mahahadir
- Omnipotent artinya Tuhan Allah Mahakuasa
Daut mengatakan bahwa pikiran Allah tak terselami karna begitu luas dan dalam, dan pikiran Allah tak terhitung jumlah nominalnya melebihi jumlah butiran pasir.
Saat Daud berhenti (bangun dari tidurnya) Daud tetap disamping Allah yang berarti Daud dalam imanya tetap terjaga dari:
1. orang-orang fasik,
2. dari penumpah-penumpah darah (pembunuh)
3. dari para pendusta
4. dari para manusia yang melawan Allah
dan semua itu disebut Daut
adalah musuh Tuhan Allah. Musuh Allah dijadikan Daut menjadi musuhnya, yang dibenci Tuhan Allah dijadikannya kebencian.
Iman Daud yang sunguh luar biasa yang menempatkan Allah diatas segalanya dalam hidupnya. Mengakui dalam imanya, bahwa Tuhan Allah adalah mahatahu, mahahadir dan mahakuasa atas segalanya dan tidak ada yang tersembunyi.
Yang walaupun perasan kita seolah-olah ditinggalkan oleh perhatian dari Tuhan, kenyataannya tidak.
Seperti kasus pembunuhan Brigadir Josua di Duren Tiga yang otak pelakunya diduga FS, dengan temuan CCTV TKP Pembunuhan Brigadir J , Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul CCTV TKP Pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga Berhasil Ditemukan.
Ditemukanya CCTV tersebut, pihak kuasa hukum dari keluarga tidak merasa puas, sebab hasil rekaman CCTV tersebut diduga editan, baik ditinjau dari analisis berbagai pakar, baik dari pakain, baik dari analisis jam matahari. Sepertinya belum ada jawaban pasti siapa dan apa motif kenapa Brigadir J terbunuh.
Bapak Ibu, Saudara/i yang dikasi Tuhan Yesus.
Seluruh pikiran kita terekspos kepada CCTV temuan terebut, sedangkan yang diduga sebagai pelaku pembunuhan dituntut pertanggungjawaban dalam kadar yang jauh lebih besar daripada apa pun yang dapat dilihat melalui kamera pengintai. Jika terbukti ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup akan mereka jalani.
Soal siapa pelaku pembunuhan dan apa motif pembunuhannya? Sepatutnya pertanyaan itu disingkirkan, akan tetapi bagi para pelaku yang terlibat dalam pembnuhan tersebut seharusnya jujur kepada Tuhan Allah dan meminta maaf serta memohon ampun, walaupun CCTV tidak merekamnya tetapi TUHAN ALLAH secara terbuka dan tak terhalang oleh sehelai rambutpun semua tragedy tersebut dilihat-Nya. Tuhan Allah maha tahu, dan juga maha pengasih dan maha pemngampun bagi mereka yang mau mengakui segala perbuatan jahat dan dosa. Jika pun didunia ini “anda” ditolak, tetapi dikerajaan Tuhan kita menjadi milik-Nya jika ada kejujuran dan mohon pengampunan serta belas kasihan dari Tuhan Allah melalui Yesus Krsitus. Seperti penjahat yang disalibkan bersama Yesus yang disebelah kanan-Nya, dia mengaku sebagai orang yang berbuat dosa tidak layak dihukum bersama dengan Tuhan Yesus, dengan pengakuanya dia diampuni dan tiket VIP kepadanya diberikan “hari ini juga Aku akan bersama engkau di Paradeso” Sipendosa/penjahat masuk surga dengan pengakuan akan dosa dan kejahatanya serta menerima Yesus Kristus sebagai juruslamatnya.
Bapak Ibu, Saudara/i yang dikasi Tuhan Yesus.
Tuhan Allah maha tahu dan tidak perlu pemasangan 245 juta lebih kamera CCTV untuk mengamati kita, untuk mengawasi bapa-ibu saudara/i. Namun Firman Tuhan Allah lebih tajam dari pedang bermata dua, menusuk hingga ke kedalaman diri kita. Firman itu “sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab” (Ibr. 4:12-13).
Jangan beranggapan bahwa Allah
pasti akan senantiasa mendukung segala keinginan, rencana, pandangan, atau
keputusan kita. Tidak mustahil rencana kita yang terbaik justru bertentangan
dengan kehendak Allah. Marilah kita meneladani pemazmur Daut
dalam imanya sudah melakukan kehendak Tuhan, sudah membenci apa yang dibenci Tuhan namun Daut memberanikan
diri bertanya masih adakah dosa dan pelangaran yang kulakukan dihadapanmu Tuhan? Daut bertanya dalam doanya,
”Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku... lihatlah, apakah jalanku
serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mzm. 139:23-24), sebab Tuhan
Maha Tahu.
Bapak Ibu, Saudara/i yang dikasi Tuhan Yesus. Mampukah kita bertanya masihkah ada dosa dan pelangaran yang kulakukan dihadapanmu Tuhan? ”Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku... lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”
Tiada yang tersembunyi dari pandangan Allah. Tiada yang lebih besar daripada kasih Allah. Tiada yang lebih kuat daripada belas kasihan dan anugerah Allah. Tiada yang terlalu sulit bagi kuasa Allah. Amin
Oleh: St. PB Pakpahan,S.Pd

Tuhan mengenalku Dan menjagaku.
BalasHapusTuhan juga menangis.
Selidikilah aku, jika jalanku serong tuntunlah aku Tuhan seturut dengan kehendakmu. ❤❤
Tuhan mengenalku Dan menjagaku.
HapusTuhan juga mengasihiku.
Selidikilah aku, jika jalanku serong tuntunlah aku Tuhan seturut dengan kehendakmu. ❤❤